
Bandung, BANDUNGDAILY.COM ** Sekitar 12.000 ton teh dari Bandung diekspor per tahun. Permintaan terbanyak datang dari Eropa, Timur Tengah dan Asia Timur.
Dilansir dari laman pemprov Jabar, luas tanam teh di Jawa Barat mencapai 92 hektare. Hal itu menyebabkan tanah pasundan berkontribusi sekitar 82 persen terhadap luas tanam dan produksi nasional.
Dikatakan oleh Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Provinsi Jawa Barat, Arief Santosa, dari luas tanam teh tersebut, sekitar 52 hektar dimiliki oleh masyarakat. Sedangkan sisanya, yaitu sekitar 40 hektar, dikelola oleh Perkebunan Besar Swasta (PBS) dan Perkebunan Besar Nusantara (PBN).
“Setiap tahun Jawa Barat mengekspor teh ke mancanegara dengan volume sekitar 12.000 ton,” katanya seperti dikutip situs tersebut, Senin (9/10/2017). Menurutnya kebutuhan dan kemampuan produksi teh di Jawa Barat hampir impas.
Sementara itu berdasarkan informasi yang diunggah di laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, perkebunan besar di Jawa Barat dikelompokkan menjadi PBN, PBS dan perkebunan rakyat. Teh menjadi salah satu hasil perkebunan unggulan di Jawa Barat.
Komoditas teh memiliki produksi terbesar di Jawa Barat. Pada 2016 lalu luas area terluas dimiliki oleh perkebunan rakyat, yaitu seluas 362.199 hektare dengan produksi yang juga lebih besar yaitu 319.473 ton.
Secara keseluruhan pada tahun 2016, volume ekspor Jawa Barat mencapai 8.729,89 ribu ton dengan nilai mencapai 25.726,66 juta US$. Pada tahun 2016, volume ekspor non migas dari Jawa Barat meningkat dari tahun sebelumnya, yaitu dari 6.852,36 ribu ton menjadi 7.093,11 ribu ton. Namun ekspor migas dari Jawa Barat menunjukkan penurunan, dari 1.989,91 ribu ton menjadi 1.636,78 ribu ton pada tahun 2016.
Sedangkan menurut komoditas utama, ekspor mesin listrik adalah ekspor terbesar dari Jawa Barat. Pada tahun 2016 ekspor mesin listrik tersebut mencapai 4.023,58 juta US$. Kemudian pada urutan kedua adalah ekspor mesin mekanik yang mencapai 2.546,04 juta US$ di tahun yang sama. Selanjutnya adalah ekspor rajutan yang mencapai 1.891,94 juta US$.









