Antisipasi Aksi Unjuk Rasa, Dishub Bandung Siapkan Ratusan Armada Pengganti

Wakil Walikota Bandung, Oded, M Danial menggelar rapat koordinasi membahas aksi unjuk rasa pengemudi angkutan umum yang digelar (10-13/10/2017) mendatang. (Sumber: Pemkot Bandung).

Bandung, BANDUNGDAILY.COM ** Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung siapkan ratusan armada untuk menggantikan posisi angkutan kota. Hal tersebut berkaitan dengan rencana aksi unjuk rasa oleh para pengemudi angkutan umum.

Seperti diberitakan laman resmi Pemkot Bandung, pada Selasa hingga Jumat (10-13 /10/2017) mendatang, kelompok masyarakat yang menamai dirinya Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi (WAAT) berencana akan menggelar aksi unjuk rasa di halaman Gedung Sate.

Mereka yang akan berunjuk rasa  adalah para pengemudi angkutan umum, terdiri dari angkutan kota, bus kecil, dan elf se-Jawa Barat yang menuntut pembekuan angkutan umum daring kepada pemerintah pusat.

“Langkah yang kita lakukan adalah berkoordinasi dengan seluruh SKPD dan unsur terkait. Kita juga upayakan agar bus kota DAMRI, TMB (Trans Metro Bandung), Bus sekolah dan bus buruh tetap beroperasi sebagaimana mestinya,” tutur Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Didi Ruswandi saat menghadiri rapat koordinasi yang digelar oleh wakil walikota Bandung di Ruang Tengah Balai Kota Bandung, Jumat (6/10/2017).

Menurut rencana, Dinas Perhubungan akan menyediakan 222 unit kendaraan yang akan beroperasi di 19 koridor. Jumlah tersebut terdiri dari 40 unit TMB, 79 bus Damri dalam kota, 36 bus sekolah, 75 Damri AKDP, dan 2 unit bus buruh.

Tak hanya itu, Dinas Perhubungan juga memperbantukan kendaraan bis, terdiri dari 14 unit bus besar untuk melayani 8 rute dan 8 unit bus sedang yang melayani 4 rute. Ada pula 28 kendaraan operasional milik para pejabat Dinas Perhubungan yang akan bersiaga di 20 titik.

“Kami juga menerima bantuan dari SKPD lain jika ada yang mau memperbantukan kendaraan operasionalnya. Namun data dan rutenya masih kami proses,” ungkap Didi.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Walikota Bandung, Oded M. Danial mengungkapkan jika langkah antisipasi ini dilakukan Pemkot Bandung guna memberikan kenyamanan masyarakat untuk tetap beraktivitas. Namun, juga tetap memperhatikan kepentingan para pengunjuk rasa.

“Yang harus diperhatikan adalah bahwa mereka yang berunjuk rasa sebagian adalah warga kita (Kota Bandung). Para pengguna transportasi yang terkena dampak juga warga kita. Jadi kita harus pikirkan keduanya,” kata Oded seperti dikutip laman Pemkot Bandung.

Add Comment