Bandungdaily – Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengimbau warga untuk mewaspadai potensi awan panas guguran yang dapat terjadi di Gunung Karangetang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.
Hal ini terkait dengan kondisi kubah lava lama di puncak gunung yang berisiko runtuh dan dapat mengeluarkan lava sewaktu-waktu.
Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid AN, menyampaikan bahwa karakteristik awan panas guguran yang terjadi berasal dari penumpukan material lava yang gugur atau longsor, serta kejadian lahar yang dapat terjadi saat hujan turun di puncak gunung.
“Kubah lava lama masih ada di puncak yang sewaktu-waktu dapat runtuh bersamaan dengan keluarnya lava,” katanya melansir Antara, Selasa (3/12/2024).
Wafid juga menjelaskan, akumulasi material hasil erupsi efusif yang terakumulasi di lembah-lembah jalur luncuran atau guguran lava pijar berpotensi untuk meluncur ke bagian hilir.
“Masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Karangetang dan yang melintasi lembah atau sungai yang berada di jalur tersebut untuk lebih berhati-hati dan waspada,” imbaunya.
BACA JUGA: Gunung Dukono Erupsi, Abu Vulkanik Capai Ketinggian 1,2 KM
Berdasarkan hasil pengamatan, selama periode 23-30 November 2024, tercatat berbagai aktivitas kegempaan, antara lain satu kali gempa guguran, 29 kali gempa embusan, dan enam kali gempa hybrid. Selain itu, juga tercatat 32 kali gempa vulkanik dangkal, 16 kali gempa vulkanik dalam, dua kali gempa tektonik lokal, dan 57 kali gempa tektonik jauh.
Secara keseluruhan, meskipun tidak ada kejadian guguran atau erupsi efusif yang teramati secara visual, jenis gempa vulkanik dalam yang terdeteksi masih menunjukkan angka yang tinggi.
Hal ini menandakan adanya akumulasi magma di bagian dalam Gunung Karangetang yang berpotensi bergerak ke permukaan atau bagian dangkal.
Untuk itu, masyarakat diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Status Gunung Karangetang saat ini sudah dinaikkan menjadi Level Tiga (Siaga) sejak 11 November 2024 setelah terdeteksi peningkatan aktivitas kegempaan.
(Redaksi)












