Bandungdaily.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pasokan pupuk urea nasional tetap aman dan distribusi dalam negeri tidak terganggu, meskipun penutupan Selat Hormuz memicu kekhawatiran terhadap rantai pasok global.
Dalam acara pelepasan ekspor unggas dan produk turunannya ke Jepang, Singapura, dan Timor Leste di Jakarta, Selasa, Amran menegaskan stok pupuk telah masuk ke Indonesia sebelum memanasnya konflik antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat.
“Tidak terhambat, aman. Pupuknya sudah masuk sebelum konflik. Bahkan pasokannya lebih baik dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya.
Antisipasi Gejolak Harga Global
Amran mengatakan pemerintah telah melakukan langkah antisipatif untuk meredam dampak gejolak geopolitik yang berpotensi mendorong kenaikan harga bahan baku pupuk di pasar internasional. Upaya tersebut dilakukan agar produksi pertanian nasional tetap terjaga dan tidak terganggu lonjakan harga maupun kelangkaan pasokan.
Ia memastikan stok pupuk yang dibutuhkan petani dalam kondisi cukup dan distribusinya berjalan lancar. Bahkan, pada periode Januari–Februari tercatat adanya peningkatan pasokan dibandingkan tahun sebelumnya, meski tidak merinci angka terkini secara detail.
Terkait bahan baku urea, Amran menegaskan sumber pasokan Indonesia beragam dan tidak bergantung pada jalur perdagangan yang melewati Selat Hormuz. Salah satu sumber pasokan berasal dari Rusia sehingga tidak terdampak langsung dinamika di kawasan Teluk.
Penyaluran Subsidi 2026 Siap 9,8 Juta Ton
Sebelumnya, PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan kesiapan penyaluran pupuk bersubsidi tahun anggaran 2026 sebesar 9,8 juta ton dengan nilai Rp46,87 triliun. Kepastian tersebut menyusul penandatanganan kontrak bersama Kementerian Pertanian pada akhir Desember 2025.
Dari total alokasi tersebut, sebanyak 9,55 juta ton diperuntukkan bagi sektor pertanian, volume yang sama dengan tahun 2025 sebagai bentuk konsistensi pemerintah menjaga produktivitas pangan nasional di tengah tekanan global.
Rinciannya meliputi 4,42 juta ton pupuk Urea dan 4,47 juta ton NPK, serta dukungan untuk komoditas khusus seperti NPK Kakao, ZA, dan pupuk organik.
Dengan kondisi ini, Amran meminta petani tetap tenang karena tidak ada isu kelangkaan pupuk dan kebutuhan nasional dipastikan tercukupi.












