Bandungdaily.id – Sejumlah pelanggan listrik di wilayah kerja PLN UP3 Majalaya mengeluhkan lonjakan tagihan listrik yang terjadi setelah berakhirnya program diskon tarif listrik pada Januari–Februari 2025.
Menanggapi hal tersebut, PLN UP3 Majalaya menegaskan bahwa kenaikan tagihan bukan diakibatkan dari penyesuaian tarif dasar listrik, melainkan akibat normalisasi tarif dan peningkatan konsumsi selama periode libur Lebaran.
“Tagihan yang terlihat naik sebenarnya hanya penyesuaian ke pemakaian normal setelah masa diskon,” jelas Manajer PLN UP3 Majalaya, Widodo, Senin (21/4/2025).
Widodo menjelaskan, pemakaian listrik di Bulan Januari dan Februari 2025 pelanggan menikmati program diskon tarif listrik sebesar 50 persen sebagai stimulus dari Pemerintah.
Program tersebut resmi berakhir pada 1 Maret 2025, dan tarif listrik kembali ke tingkat normal sesuai ketentuan yang telah berlaku sebelumnya.
“PLN mengikuti keputusan pemerintah dalam hal penetapan tarif listrik. Saat ini, kami pastikan tidak ada kenaikan tarif listrik untuk pelanggan rumah tangga. Yang berakhir hanyalah program diskon atau stimulus yang sebelumnya diberikan secara temporer,” tegas Widodo.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pemerintah telah memastikan tidak ada penyesuaian tarif (tariff adjustment) untuk triwulan II tahun 2025 (April–Juni), baik untuk pelanggan subsidi maupun non-subsidi. Dengan demikian, persepsi masyarakat tentang adanya kenaikan tarif adalah tidak berdasar.
PLN UP3 Majalaya juga mencatat adanya tren peningkatan konsumsi listrik rumah tangga selama periode libur panjang seperti Idulfitri, yang turut memengaruhi tingginya tagihan listrik pelanggan.
“Dari sisi teknis, kami terus melakukan pengecekan akurasi pencatatan meter. Namun sebagian besar kenaikan tagihan murni karena pemakaian pelanggan yang memang meningkat,” tambah Widodo.

Menanggapi fenomena ini, General Manager PLN UID Jawa Barat, Tonny Bellamy, turut memberikan penjelasan. Ia menegaskan bahwa PLN secara konsisten menjalankan kebijakan tarif sesuai arahan pemerintah dan menjaga transparansi kepada pelanggan.
“PLN tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami mengajak pelanggan untuk lebih aktif memantau konsumsi listrik melalui aplikasi PLN Mobile, sehingga dapat mengantisipasi lonjakan tagihan yang disebabkan oleh pola pemakaian,” ujar Tonny.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya efisiensi energi dan pemahaman terhadap struktur tarif listrik, terutama pasca program insentif.
“Kami memahami kekhawatiran pelanggan, dan untuk itu, seluruh jajaran PLN, termasuk di UP3 Majalaya, siap melayani dan memberikan penjelasan langsung apabila ada pertanyaan atau kebingungan terkait tagihan,” imbuhnya.
“Kami terus berupaya meningkatkan literasi energi di masyarakat serta membangun komunikasi dua arah yang aktif dengan pelanggan,” tutup Tonny.
PLN UP3 Majalaya mengimbau seluruh pelanggan untuk menggunakan fitur Cek Tagihan dan Catat Meter Mandiri di aplikasi PLN Mobile sebagai bentuk transparansi dan pengendalian penggunaan listrik secara mandiri.***












