Ragam  

Warga Terdampak Banjir Subang Mengungsi di Bawah Jembatan Layang Pamanukan

Bandungdaily.id – Banjir yang tak kunjung surut memaksa ratusan warga di wilayah Pantura Kabupaten Subang, Jawa Barat, mencari tempat aman seadanya. Kolong jembatan layang Pamanukan kini berubah menjadi ruang hidup sementara bagi warga yang rumahnya masih terendam air sejak sepekan terakhir.

Di bawah bentangan beton jembatan, tikar digelar, barang-barang disusun seadanya, dan aktivitas sehari-hari tetap dijalani dengan keterbatasan. Bagi warga, bertahan di kolong jembatan menjadi pilihan paling realistis di tengah kondisi darurat.

“Sudah berhari-hari banjir belum surut, mau tidak mau harus mengungsi,” ujar Didi, warga Pamanukan, Sabtu.

Didi bersama keluarga dan sejumlah tetangganya memilih mengungsi di kolong jembatan karena lokasinya berdekatan dengan rumah. Kedekatan jarak itu dianggap penting agar mereka masih bisa memantau kondisi rumah sekaligus menyelamatkan barang-barang yang belum sempat dievakuasi.

“Kalau dekat rumah, kami masih bisa bolak-balik ambil barang. Kalau jauh, repot,” katanya.

Kolong jembatan layang Pamanukan memang kerap menjadi titik pengungsian spontan setiap kali banjir melanda wilayah tersebut. Meski bukan tempat yang layak secara fasilitas, lokasi ini dinilai warga lebih aman dan mudah dijangkau dibandingkan tempat pengungsian resmi yang disediakan pemerintah daerah.

Didi mengakui pemerintah telah menyiapkan lokasi pengungsian, namun jaraknya yang cukup jauh dari permukiman membuat warga enggan berpindah.

“Kalau ke tempat pengungsian yang jauh, susah bawa barang-barang. Di sini seadanya, tapi dekat,” ucapnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang mencatat banjir di Kecamatan Pamanukan hingga Sabtu pagi telah merendam 5.679 rumah yang tersebar di delapan desa. Secara keseluruhan di Kabupaten Subang, banjir menggenangi 7.536 rumah di 51 desa pada tujuh kecamatan.

Dampaknya, sebanyak 13.541 kepala keluarga atau sekitar 36.060 jiwa terdampak bencana banjir tersebut. Selain permukiman warga, banjir juga merendam 27 sarana ibadah, 20 sekolah, serta sekitar 2.884 hektare lahan persawahan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

BPBD Subang melaporkan hingga saat ini terdapat 276 kepala keluarga atau 645 jiwa yang terpaksa mengungsi. Namun, jumlah warga yang memilih bertahan di pengungsian mandiri seperti kolong jembatan diperkirakan lebih banyak dari data resmi.

Di tengah genangan yang belum juga surut, warga Pantura Subang masih berharap air segera menyusut agar mereka bisa kembali ke rumah dan memulai kembali kehidupan yang sempat terhenti oleh banjir.

Tinggalkan Balasan