Bandungdaily.id – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan signifikan pada Senin (19/1) pagi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami enam kali erupsi dalam rentang waktu kurang dari sembilan jam, menegaskan bahwa potensi bahaya masih mengintai wilayah sekitarnya.
Letusan terjadi secara beruntun sejak dini hari, dengan erupsi tertinggi teramati pada pukul 05.19 WIB. Kolom abu membumbung hingga sekitar 1.000 meter di atas puncak, mengarah ke timur laut dengan intensitas sedang. Hingga laporan terakhir disusun, aktivitas erupsi masih terus berlangsung.
Selain letusan visual, data kegempaan turut memperlihatkan kondisi gunung yang belum stabil. Dalam periode tengah malam hingga pagi hari, tercatat puluhan gempa erupsi dan guguran, disertai getaran harmonik serta satu gempa tektonik jauh. Aktivitas ini menjadi indikator kuat bahwa tekanan magma di dalam tubuh gunung masih aktif.
Dengan status Siaga atau Level III yang masih diberlakukan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali menegaskan pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap zona larangan. Wilayah sepanjang Besuk Kobokan di sektor tenggara menjadi area paling berisiko, mengingat potensi awan panas dan aliran lahar dapat menjangkau jarak belasan kilometer dari puncak.
Masyarakat juga diminta menjauhi radius lima kilometer dari kawah karena ancaman lontaran material pijar, serta meningkatkan kewaspadaan di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama saat terjadi hujan.
Rangkaian erupsi ini menjadi pengingat bahwa aktivitas Gunung Semeru masih jauh dari kata aman. Kedisiplinan dalam mengikuti rekomendasi otoritas kebencanaan menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko dan menjaga keselamatan warga di sekitar kawasan gunung api aktif tersebut.












