Rupiah Melemah ke Rp16.807 per Dolar AS, Tertekan Aksi Jual Asing dan Koreksi IHSG

Bandungdaily.id – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Jumat, melemah 52 poin atau 0,31 persen menjadi Rp16.807 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.755 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh berlanjutnya aksi jual bersih (net sell) investor asing di pasar saham domestik sejak hari sebelumnya.

“Pasar saham Indonesia pada Kamis (29/1) mengalami koreksi tajam menyusul penurunan peringkat indeks ekuitas Indonesia oleh Goldman Sachs menjadi underweight, dengan alasan risiko arus keluar asing yang masih berlanjut,” ujar Josua, dikutip dari Antara, JUmat (30//1/2026).

Pada perdagangan Kamis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok sekitar 8 persen, sehingga memicu penghentian perdagangan sementara (circuit breaker) oleh Bursa Efek Indonesia.

Memasuki sesi kedua, tekanan IHSG mulai tertahan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan rencana untuk meningkatkan transparansi pasar sesuai dengan persyaratan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Meski demikian, IHSG tetap ditutup melemah 1,06 persen ke level 8.232, dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih mencapai 275,86 juta dolar AS.

Tekanan di pasar saham tersebut turut berdampak pada nilai tukar rupiah, yang sebelumnya juga telah tertekan oleh sinyal dari bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed). The Fed mengindikasikan bahwa suku bunga acuan kemungkinan akan dipertahankan dalam waktu dekat, sehingga menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

“Hari ini, rupiah diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Rp16.700 hingga Rp16.825 per dolar AS,” kata Josua.

Tinggalkan Balasan