KAI Batalkan 11 Perjalanan dari Gambir dan Pasar Senen, Keselamatan Jadi Prioritas Pascabanjir Pekalongan

PT KAI Siapkan 3,5 Juta Kursi KA Jarak Jauh untuk Libur Natal dan Tahun Baru 2025
(Foto: PT KAI)

Bandungdaily.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta membatalkan 11 perjalanan kereta api dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir pada Senin ini. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk antisipasi keselamatan, menyusul dampak banjir yang sebelumnya menggenangi jalur rel di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah.

Meski jalur rel di Pekalongan kini telah dinyatakan dapat dilalui kembali, KAI menilai kondisi operasional belum sepenuhnya stabil. Sisa genangan air di sejumlah titik dinilai berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan kereta api jarak jauh dari dan menuju Jakarta.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa pembatalan perjalanan dilakukan untuk mencegah risiko keterlambatan yang lebih besar sekaligus menjaga standar keselamatan perjalanan.

“KAI membatalkan sejumlah perjalanan kereta api untuk menghindari potensi gangguan operasional yang dapat berdampak pada keselamatan dan kenyamanan penumpang,” ujar Franoto dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin.

Sejumlah kereta api yang dibatalkan berasal dari Stasiun Pasar Senen, di antaranya KA Tawang Jaya Premium dan KA Tegal Bahari. Sementara dari Stasiun Gambir, pembatalan mencakup KA Argo Merbabu, Argo Muria, Argo Bromo Anggrek, Papandayan, Purwojaya, Parahyangan, hingga kereta tambahan seperti Gajayana dan Sembrani.

KAI memastikan seluruh calon penumpang telah menerima informasi pembatalan melalui SMS blast serta kanal resmi perusahaan. Bagi penumpang yang terdampak, KAI memberikan pengembalian dana tiket sebesar 100 persen tanpa potongan, yang dapat diajukan hingga tujuh hari setelah jadwal keberangkatan.

“Seluruh keputusan operasional kami ambil semata-mata untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api. Evaluasi dan pemantauan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar normal,” kata Franoto.

Ia menambahkan, gangguan operasional masih berpotensi terjadi selama genangan air di jalur rel Pekalongan belum sepenuhnya surut. Oleh karena itu, KAI menerapkan langkah-langkah operasional ekstra dengan memastikan sarana dan prasarana memenuhi standar keselamatan.

“Keselamatan perjalanan kereta api adalah prioritas utama kami. Karena itu, pembatalan perjalanan menjadi langkah paling aman bagi seluruh pihak,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan